GEOGRAFI HEWAN DAN TUMBUHAN
LENGKUAS

OLEH :
NAMA : NUR RAHMA DAHMIR
NIM : 101504003
PRODI : PENDIDIKAN GEOGRAFI
JURUSAN GEOGRAFI
FAKULTAS
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS
NEGERI MAKASSAR
2012
KATA PENGANTAR
Segala
puji dan syukur kita panjatkan Kehadirat Allah Swt, karena atas berkat
rahmat dengan karunia-Nya makalah
ini
dapat diselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya. Ucapan terima kasih
kami haturkan kepada Bapak
Drs. Sulaiman Zhidiq M.Si, yang telah membimbing kami dalam
menyusun makalah ini. Juga
kepada teman-teman yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk membantu dalam meyelesaikan makalah
ini. Serta kepada semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.
Makalah
ini disusun secara praktis, objektif, proporsional, ilmiah, dan disesuaikan
dengan perkembangan dari kurikulum yang berlaku, sehingga mahasiswa dengan
mudah memahami, mangkaji, dan menganalisis, keseluruhan bahan materi dalam
makalah ini. .
Dengan selesainya makalah ini, penyusun
senantiasa tetap menerima saran dan kritikan yang konstruktif agar materi dalam makalah ini lebih sempurna
sesuai dengan tujuan atau kompetensi dasar yang diinginkan. Akhir kata.
Wabillahi taufik
walhidayah
Wassalam.
Makassar,
Juni 2012
Penulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR..................................................................................... i
DAFTAR
ISI.................................................................................................... ii
BAB
I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang................................................................................... 1
B. Rumusan masalah..............................................................................
2
C. Tujuan ............................................................................................... 2
D. Manfaat ............................................................................................. 2
BAB
II KAJIAN TEORI
A. Defenisi Lengkuas............................................................................. 3
B. Manfaat dan Kegunaan Lengkuas..................................................... 8
C. Budidaya Lengkuas........................................................................... 12
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ....................................................................................... 14
B. Saran ................................................................................................. 14
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... 15
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Lengkuas (Lenguas galanga
atau Alpinia galanga) sering digunakan oleh para ibu di dapur sebagai penyedap
masakan. Manfaat lain tanaman dari India ini adalah sebagai bahan ramuan
tradisional dan penyembuh berbagai penyakit, khususnya penyakit yang disebabkan
jamur kulit. Namun, di luar dua manfaat tersebut, lengkuas ternyata juga punya
peran dalam memperpanjang umur simpan atau mengawetkan makanan karena aktivitas
mikroba pembusuk. Pendeknya, lengkuas dapat berperan sebagai pengganti fungsi
formalin yang sekarang sedang hangat diperbincangkan.
Kita mengenal ada dua
jenis tumbuhan lengkuas, yaitu varietas dengan rimpang umbi (akar) berwarna
putih dan varietas berimpang umbi merah yang ukurannya lebih besar. Lengkuas
berimpang umbi putih umumnya digunakan sebagai penyedap masakan, sedangkan
lengkuas berimpang umbi merah banyak digunakan sebagai obat. Rimpang umbi
lengkuas selain berserat kasar juga mempunyai aroma yang khas.
Senyawa kimia yang
terdapat pada lengkuas antara lain mengandung minyak atsiri, minyak terbang,
eugenol, seskuiterpen, pinen, metil sinamat, kaemferida, galangan, galangol,
dan kristal kuning. Minyak atsiri yang dikandungnya antara lain galangol,
galangin, alpinen, kamfer, dan methyl-cinnamate. Beberapa kegunaan lengkuas
sebagai tanaman obat mulai dari mengobati rematik, sakit limpa, membangkitkan
nafsu makan, bronkhitis, morbili, panu, antibakteria, membersihkan darah,
menambah nafsu makan, mempermudah pengeluaran angin dari dalam tubuh,
mencairkan dahak, mengharumkan serta merangsang otot bahkan dapat membangkitkan
gairah seks.
Di samping itu, lengkuas
merah bila dimasak dengan cuka encer, dapat dijadikan minuman untuk wanita yang
baru melahirkan karena dapat mempercepat pembersihan rahim. Bila dicampur dengan
bawang putih yang telah dilumatkan dengan perbandingan 4 – 5 : 1 dan dimasak
dengan sedikit cuka, lengkuas bisa menjadi obat kurap dengan cara dioleskan
pada kulit yang terserang kurap. Bahkan bila diremas-remas dengan cuka dan
dioleskan seperti lulur, lengkuas mampu menyingkirkan bercak-bercak kulit dan
tahi lalat.
B.
Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari
makalah ini yaitu :
1.
Apa defenisi dari tanaman lengkuas?
2.
Apakah manfaat dan kegunaan tanaman lengkuas ?
3.
Bagaimana cara menbudidayakan tanaman lengkuas?
C.
Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini, yaitu :
1.
Sebagai tugas akhir mata kuliah Geografi Hewan dan
Tumbuhan
2.
Untuk mengetahui defenisi dari tanaman lengkuas
3.
Untuk mengetahui manfaat dan kegunaan tanaman lengkuas
4.
Untung mengetahui cara budidaya tanaman lengkuas
D.
Manfaat
1.
Sebagai referensi bagi masyarakat yang membutuhkan
informasi tentang lengkuas.
2.
Untuk menambah pengetahuan penulis tentang tanaman
lengkuas
BAB
II
KAJIAN
TEORI
A.
Defenisi Lengkuas
Deskripsi Umum
Lengkuas
atau laos (Alpinia galanga) merupakan jenis tumbuhan umbi-umbian
yang bisa hidup di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah. Umumnya
masyarakat memanfaatkannya sebagai campuran bumbu masak dan pengobatan
tradisional. Pemanfaatan lengkuas untuk masakan dengan cara mememarkan rimpang
kemudian dicelupkan begitu saja ke dalam campuran masakan, sedangkan untuk
pengobatan tradisional yang banyak digunakan adalah lengkuas merah Alpinia purpurata K Schum.
Lengkuas adalah salah satu jenis rempah – rempah yang amat
populer pada kuliner tradisional kita, sehingga terasa tidak asing ditelinga
kita. Dikenal sebagai rempah – rempah dengan manfaat dan khasiat yang luar
biasa. Walaupun secara histories tanaman ini berasal dari India, namun
keberadaannya di Indonesia telah meluas sampai keseluruh penjuru daerah.
Sebagai bukti, lengkuas memiliki nama daerah yang beragam, diantaranya laos,
langkueh, lengkues, lingkuas, engkuas, ringkuas, lingkaos dan lain – lain.
Lengkuas (Lenguas galanga atau Alpinia galanga) sering dipakai oleh kaum wanita dikenal sebagai
penyedap masakan. Lengkuas termasuk termasuk tumbuhan tegak yang tinggi
batangnya mencapai 2-2,5 meter. Lengkuas dapat hidup di daerah dataran rendah
sampai dataran tinggi, lebih kurang 1200 meter diatas permukaan laut. Ada 2
jenis tumbuhan lengkuas yang dikenal yaitu varitas dengan rimpang umbi (akar)
berwarna putih dan vaaritas berimpang umbi merah. Lengkuas berimpang umbi putih
inilah yang dipakai penyedap masakan, sedang lengkuas berimpang umbi merah
digunakan sebagai obat. Syarat Tumbuh a. Iklim 1. Ketinggian tempat : 1 – 1200
m diatas permukaan laut 2. Curah hujan tahunan : 2500 – 4000 mm/tahun 3. Bulan
basah (di atas 100 mm/bulan) : 7 – 9 bulan 4. Bulan kering (dibawah 60
mm/bulan) : 3 – 5 bulan 5. Suhu udara : 29′ C – 25′ C. 6. Kelembapan : sedang
7. Penyinaran : tinggi b. Tanah 1. Jenis : latosol merah coklat, andosol,
aluvial. 2. Tekstur : lempung berliat, lempung berpasir, lempung merah,
lateristik. 3. Drainase : baik 4. Kedalaman air tanah : 50 – 100 cm dari
permukaan tanah 5. Kedalaman perakaran : 10 – 30 cm dari permukaan tanah 6.
Kesuburan : sedang – tinggi
Lengkuas termasuk dalam kategori tanaman semak yang dapat
berumur tahunan. Sebagaimana pada jenis rempah – rempah yang lainnya, lengkuas
memiliki batang semu yang dibentuk dari kumpulan daunnya. Daunnya berbentuk
bulat panjang dengan ujung yang meruncing dan memiliki bau yang aromatis.
Khususnya didaerah Jawa, dikenal 2 macam jenis / varietas dari lengkuas, yaitu
lengkuas merah ( memiliki rimpang dengan kulis luarnya berwarna kemerahan
) dan lengkuas putih (dengan kulit luar berwarna putih).
Tanaman Lengkuas Merah ( Alpinia
purpurata K.Schum )
Gambar 2. Lengkuas merah
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae
Bangsa : Zingiberales
Suku : Zingiberaceae
Marga : Alpinia
Jenis : Alpinia purpurata K. Schum
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae
Bangsa : Zingiberales
Suku : Zingiberaceae
Marga : Alpinia
Jenis : Alpinia purpurata K. Schum
Lengkuas termasuk terna tumbuhan tegak yang tinggi batangnya
mencapai 2 – 2,5 meter. Lengkuas dapat hidup di daerah dataran rendah sampai
dataran tinggi, lebih kurang 1200 meter diatas permukaan laut .
Ada 2 jenis tumbuhan lengkuas yang dikenal yaitu:
Varitas dengan rimpang umbi (akar) berwarna putih,
Varitas berimpang umbi merah.
Lengkuas berimpang umbi putih inilah yang dipakai penyedap
masakan, sedang lengkuas berimpang umbi merah digunakan sebagai obat. Lengkuas
mempunyai batang pohon yang terdiri dari susunan pelepah-pelepah daun.
Daun-daunnya berbentuk bulat panjang dan antara daun yang terdapat pada bagian
bawah terdiri dari pelepah-pelepah saja, sedangkan bagian atas batang terdiri
dari pelepah –pelepah lengkap dengan helaian daun. Bunganya muncul pada bagian
ujung tumbuhan. Rimpang umbi lengkuas selain berserat kasar juga mempunyai aroma
yang khas (Anonim, 2012).
Lengkuas merah ditemukan menyebar di seluruh dunia. Untuk
tumbuh, lengkuas menyukai tanah gembur, sinar matahari banyak, sedikit lembab,
tetapi tidak tergenang air. Kondisi tanah yang disukai berupa tanah liat
berpasir, banyak mengandung humus. Dapat tumbuh di dataran rendah hingga
ketinggian 1.200 meter di permukaan laut. Untuk mengembangbiakkan tanaman ini
dapat dilakukan dengan potongan rimpang yang sudah memiliki mata tunas. Selain
itu dapat pula dengan memisahkan sebagian rumpun anakan. Pemeliharaannya mudah,
seperti tanaman lain dibutuhkan cukup air dengan penyiraman atau menjaga
kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar.
Berdasarkan berbagai literature tentang pengalaman
turun-temurun dari berbagai daerah, lengkuas merah dapat mengobati
penyakit-penyakit seperti gangguan perut (kembung, sebah), panu, kurap, eksema,
bercak-bercak kulit dan tahi lalat (sproten), demam, pembengkakan limpa, pembersih
usai bersalin, radang telinga, bronchitis, masuk angina, diare, sakit gigi
karena angina dingin, dan sebagai obat kuat (Prakoso, 2007).
Disamping itu lengkuas merah mengandung zat kimia seperti minyak atsiri, minyak terbang, eugenol, seskuiterpen, pinen, metil sinamat, kaemferida, galangan, galangol, dan kristal kuning. Minyak atsiri yang dikandungnya antara lain galangol, galangin, alpinen, kamfer, dan methyl-cinnamate. Selain itu didalam rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata) terdapat zat antibakteri yaitu berupa saponin, tanin dan flavonoid.
Disamping itu lengkuas merah mengandung zat kimia seperti minyak atsiri, minyak terbang, eugenol, seskuiterpen, pinen, metil sinamat, kaemferida, galangan, galangol, dan kristal kuning. Minyak atsiri yang dikandungnya antara lain galangol, galangin, alpinen, kamfer, dan methyl-cinnamate. Selain itu didalam rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata) terdapat zat antibakteri yaitu berupa saponin, tanin dan flavonoid.
Lengkuas Merah (Alpinia galanga)
tumbuh di tempat terbuka. Tanaman ini relatif membutuhkan paparan matahari.
Selain itu, Lengkuas Merah tumbuh di tanah yang lembab dan gembur. Tanaman ini
dapat dikembangbiangkan dengan rimpang. Rimpang ini pula yang dipakai dalam
pengobatan.
Kandungan:
·
minyak
atsiri
·
Flavonoid
·
Fenolik
·
Eugenol
·
Galangin
Bagian lengkuas yang banyak dimanfaatkan dan memiliki nilai
ekonomis tinggi adalah bagian rimpangnya. Rimpang lengkuas dapat dipanen pada
umur antara 4 sampai dengan 7 bulan. Dalam dunia industri, rimpang lengkuas
dijual dalam bentuk simplisia. Sebagaimana cara membuat simplisia pada jenis
rempah – rempah yang lainnya, rimpang lengkuas dibersihkan dan dipotong –
potong serta dikeringkan tanpa sinar matahari langsung ( diangin – anginkan
bahasa jawanya ). Hal ini untuk mencegah berkurangnya kandungan minyak asiri
pada rimpang lengkuas. Simplisia rimpang lengkuas ini didalam dunia industri
dikenal sebagai Galanga Rhizome. Kandungan minyak asiri pada rimpang lengkuas,
berwarna kuning kehijauan, berbau khas dan rasanya pahit serta terasa dingin di
lidah.
Lengkuas, tanaman herbal menyerupai jahe ini tergolong
famili rhizoma. Tak hanya sedap sebagai bumbu dapur, khususnya pada masakan Asia,
lengkuas juga memiliki khasiat kesehatan.
1.
Lengkuas
mengandung zat antiinflamasi sehingga bermanfaat sebagai bahan pengobatan
arthritis dan rheumatoid arthritis
2.
Lengkuas
juga membantu memulihkan rasa tak nyaman akibat peradangan di perut maupun
bisul
3.
Untuk
meredakan mabuk laut atau dalam perjalanan darat, kunyah beberapa iris lengkuas
4.
Lengkuas
juga memiliki kandungan antioksidan yang mampu meminimalisasi kerusakan tubuh
akibat paparan racun dan radikal bebas
5.
Untuk
memperlancar aliran darah, tambahkan lengkuas ke dalam menu masakan sehari-hari
6.
Bila
mengalami diare, kunyah juga beberapa iris lengkuas untuk meredakannya.
7.
Selain
kaya akan zat besi, soduim, serta vitamin A dan C, lengkuas juga kaya akan
flavanoid dan fitonutrien.
Deskripsi Morfologi
1.
Akar
Rimpang
besar dan tebal, berdaging, berbentuk silindris, diameter sekitar 2-4 cm, dan
bercabang-cabang. Bagian luar berwarna coklat agak kemerahan atau kuning
kehijauan pucat,mempunyai sisik-sisik berwarna putih atau kemerahan, keras
mengkilap, sedangkan bagian dalamnya berwarna putih. Daging rimpang yang sudah
tua berserat kasar. Apabila dikeringkan, rimpang berubah menjadi agak
kehijauan, dan seratnya menjadi keras dan liat.
2.
Batang
Batangnya
tegak, tersusun oleh pelepah-pelepah daun yang bersatu membentuk batang semu,
berwarna hijau agak keputih- putihan. Batang muda keluar sebagai tunas dari
pangkal batang tua.
3.
Daun
Daun
tunggal berwarna hijau, bertangkai pendek tersusun berseling. Daun disebelah
bawah dan atas biasanya lebih kecil daripada yang di tengah. Bentuk daun lanset
memanjang dan ujungnya runcing, pangkal tumpul dengan tepi daun rata.
Pertulangan daun menyirip, panjang daun sekitar 20- 60 cm, dan lebarnya 4 - 15
cm. Pelepah daun kira-kira 15 - 30 cm, beralur dan berwarna hijau.
4.
Bunga
Bunga lengkuas merupakan bunga majemuk berbentuk
lonceng, berbau harum, berwarna putih kehijauan atau putih kekuningan. Ukuran
perbungaan lebih kurang 10-30 cm x 5-7 cm. Jumlah bunga di bagian bawah tandan
lebih banyak dari pada di bagian atas, panjang bibir bunga 2,5 cm, berwarna
putih dengan garis miring warna merah muda pada tiap sisi. Mahkota bunga yang
masih kuncup, pada bagian ujungnya berwarna putih, sedangkan pangkalnya
berwarna hijau.
5.
Buah
Buahnya
berupanya buah buni, berbentuk bulat, keras. ketika muda berwarna hijau-kuning,
setelah tua berubah menjadi hitam kecoklatan, berdiameter ± 1 cm. Ada juga yang
buahnya berwarna merah.
6.
Biji
Bijinya
kecil-kecil, berbentuk lonjong,dan berwarna hitam.
B.
Manfaat dan
Kegunaan Lengkuas
Lengkuas
(Alpina galanga SW) dikenal kaya kandungan kimia. Beberapa zat kimia yang sudah
diketahui terkandung dalam tanaman yang dikenal dengan nama daerah laos, laja,
atau isem ini adalah saponin, tanin, flavonoida, dan minyak atsiri. Selain itu,
terdapat kandungan aktif basonin, eugenol, galangan, dan galangol.
Lengkuas
yang biasanya digunakan untuk pengobatan adalah jenis lengkuas merah (Alpinia
purpurata K Schum). Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lainnya
disebutkan, lengkuas merah memiliki sifat anti jamur dan anti
kembung. Efek
farmakologi ini umumnya diperoleh dari rimpang yang mengandung basonin, eugenol,
galangan dan galangol.
Tanaman obat yang mempunyai nama Greater galingale (Inggris),
Lengkuas (Indonesia); Laos (Jawa), Laja (Sunda) ini dapat
mengobati penyakit seperti Reumatik,
Sakit Limpa, Gairah seks, Nafsu makan, Bronkhitis; Morbili, Panu.
1.
Reumatik
a.
Bahan:
2 rimpang lengkuas sebesar ibu jari dan 1 butir telur ayam
kampung
Cara membuat: lengkuas diparut dan diperas untuk diambil airnya,
telur ayam kampung mentah dipecah untuk diambil kuningnya,
kemudian kedua bahan tersebut dioplos sampai merata.
Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari
kampung
Cara membuat: lengkuas diparut dan diperas untuk diambil airnya,
telur ayam kampung mentah dipecah untuk diambil kuningnya,
kemudian kedua bahan tersebut dioplos sampai merata.
Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari
b.
Bahan:
3 rimpang lengkuas sebesar ibu jari, 0,5 sendok teh bubuk
merica, 1 potong gula merah, dan 2 gelas air santan kelapa
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus bersama-sama
hingga airnya tinggal 1 gelas.
merica, 1 potong gula merah, dan 2 gelas air santan kelapa
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus bersama-sama
hingga airnya tinggal 1 gelas.
Cara menggunakan: diminum sedikit
demi sedikit selama 1 minggu
2.
Sakit Limpa
Bahan:
2 rimpang lengkuas sebesar ibu jari, 3 rimpang umbi
temulawak sebesar ibu jari dan 1 genggam daun meniran
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air
sampai mendidih
temulawak sebesar ibu jari dan 1 genggam daun meniran
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air
sampai mendidih
Cara
menggunakan: diminum 2 kali sehari 1 cangkir, pagi dan sore.
3.
Membangkitkan Gairah Seks
Bahan:
2 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari, 3 rimpang umbi
halia sebesar ibu jari dan 2 buah jeruk nipis, 1 sendok teh merica,
1 sendok teh garam dan 1 ragi tape.
halia sebesar ibu jari dan 2 buah jeruk nipis, 1 sendok teh merica,
1 sendok teh garam dan 1 ragi tape.
Cara
membuat: umbi lengkuas dan halia diparut dan diperas untuk
diambil airnya, kemudian dioplos dengan bahan-bahan yang lain
dengan 0,5 gelas air masak sampai merata.
diambil airnya, kemudian dioplos dengan bahan-bahan yang lain
dengan 0,5 gelas air masak sampai merata.
Cara
menggunakan: diminum.
4.
Membangkitkan Nafsu Makan
a.
Bahan:
1 rimpang lengkuas sebesar ibu jari, 3 buah mengkudu
mentah, 0,5 rimpang kencur sebesar ibu jari, 0,5 sendok teh
bubuk ketumbar, 1 siung bawang putih, 3 mata buah asam jawa
yang masak, 1 potong gula merah, jakeling, jalawe dan jarahab.
mentah, 0,5 rimpang kencur sebesar ibu jari, 0,5 sendok teh
bubuk ketumbar, 1 siung bawang putih, 3 mata buah asam jawa
yang masak, 1 potong gula merah, jakeling, jalawe dan jarahab.
Cara membuat: semua bahan tersebut
direbus dengan 2 gelas air
sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas
sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas
Cara menggunakan: diminum 2 kali
sehari 0,5 gelas, pagi dan sore.
b.
Bahan:
1 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari, 1 rimpang
temulawak sebesar ibu jari, 1 pohon tumbuhan meniran dan sedikit
adas pulawaras.
temulawak sebesar ibu jari, 1 pohon tumbuhan meniran dan sedikit
adas pulawaras.
Cara membuat: semua bahan tersebut
direbus dengan 3 gelas air
sampai mendidih
sampai mendidih
Cara menggunakan: diminum 3 kali
sehari
5.
Bronkhitis
Bahan: rimpang umbi lengkuas, temulawak dan halia (masing-masing
2 rimoang) sebesar ibu jari, keningar, 1 genggam daun pecut kuda,
0,5 genggam daun iler, daun kayu manis secukupnya.
Bahan: rimpang umbi lengkuas, temulawak dan halia (masing-masing
2 rimoang) sebesar ibu jari, keningar, 1 genggam daun pecut kuda,
0,5 genggam daun iler, daun kayu manis secukupnya.
Cara
membuat: semua bahan tersebut ditumbuk halus kemudian
direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih
direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih
Cara
menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.
6.
Morbili
Bahan:
4 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari, 1 sendok teh
minyak kayu putih, dan 2 sendok teh minyak gondopura.
minyak kayu putih, dan 2 sendok teh minyak gondopura.
Cara
membuat: umbi lengkuas diparut halus, kemudian dicampur
dengan bahan lainnya sampai halus.
dengan bahan lainnya sampai halus.
Cara
menggunakan: dipakai untuk obat luar.
7.
Panu
a.
Bahan:
rimpang umbi lengkuas dan kapur sirih secukupnya
Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk sampai halus
Cara menggunakan: digosokkan pada bagian yang sakit, pagi dan
sore.
Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk sampai halus
Cara menggunakan: digosokkan pada bagian yang sakit, pagi dan
sore.
b.
Bahan:
rimpang lengkuas dan spiritus
Cara membuat: rimpang lengkuas
dipotong-potong.
Cara menggunakan: bagian yang sakit digosok-gosok dengan
potongan-potongan lengkuas, kemudian diolesi dengan spiritus.
Cara menggunakan: bagian yang sakit digosok-gosok dengan
potongan-potongan lengkuas, kemudian diolesi dengan spiritus.
Basonin
dikenal memiliki efek merangsang semangat, eugenol mencegah ejakulasi prematur,
anti
jamur Candica albicans,
anti
kejang analgetik,
anestetik, dan penekan pengendali gerak, galangan meredakan rasa lelah, anti
mutagenik, penghambat
enzim siklo-oksigenase dan lipoksogenase, sementara galangol dapat merangsang
semangat dan menghangatkan tubuh.
Berdasarkan
berbagai literatur tentang pengalaman turun-temurun dari berbagai daerah dan
negara, lengkuas merah dapat mengobati penyakit-penyakit seperti gangguan perut
(kembung, sebah), panu, kurap, eksema, bercak-bercak kulit dan tahi lalat
(sproeten), demam dan pembengkakan limpa, pembersih usai bersalin, radang
telinga, bronchitis, masuk angin, diare, sakit gigi karena angin dingin, dan
sebagai obat kuat.
1.
Untuk mengobati gangguan perut, lengkuas merah sebesar satu jari
diiris tipis-tipis, rebus dengan tiga gelas air hingga menjadi dua gelas. Minum
satu gelas pagi dan sore sebelum makan.
2.
Sebagai obat panu, ambil rimpang segar satu jari, potong miring,
ujung dipukul-pukul hingga seperti kuas, dan gosokkan pada panu. Untuk
mengobati kurap, giling hingga halus rimpang lengkuas empat jari dan
Bawang
putih satu buah.
Tambahkan satu sendok cuka, panaskan, dan oleskan pada bagian tubuh yang
terkena kurap.
3.
Untuk mengobati eksema, cuci dan parut satu jari rimpang,
tambahkan air kapur sirih secukupnya, lalu aduk hingga menjadi adonan seperti
bubur. Pakai adonan untuk menutup kulit yang terkena eksema, lalu dibalut.
Balutan adonan diganti dua hari sekali.
4.
Obat anti demam yang disertai pembesaran limpa; cuci,
parut, dan peras rimpang. Tambahkan satu sendok teh air dan sedikit garam dapur,
lalu diminum di pagi hari.
5.
Untuk pembersihan sehabis bersalin (nifas), ambil rimpang lengkuas
yang masih muda sebesar tiga jari, dicuci, potong-potong, rebus dengan air
secukupnya, lalu diminum.
6.
Untuk mengobati bronchitis, rimpang lengkuas satu jari dicuci
bersih, lalu parut. Tambahkan setengah cangkir air masak dan dua sendok makan
madu, lalu diremas sampai merata. Peras dan saring untuk tiga kali minum setiap
hari.
7.
Sebagai obat diare, parut tiga perempat rimpang, tambahkan
setengah cangkir air dan satu sendok madu. Peras, saring, lalu minum dua kali
sehari.
Kandungan dan
manfaat lengkuas antara lain adalah mengandung minyak atsiri yang dapat
digunakan sebagai anti-bakteri, menghangatkan tubuh, membersihkan darah,
mempermudah pengeluaran angin dari dalam tubuh, merangsang otot dan
mengencerkan dahak. Beberapa khasiat lengkuas telah banyak dimanfaatkan sebagai
bahan pembuatan obat gosok atau jamu gosok.
Jika anda ingin
menggunakan lengkuas utuk menjaga stamina dan kesehatan, anda bisa membuat
ramuan dengan bahan-bahan sebagai berikut. Siapkan lengkuas, buah mengkudu,
kedaung, bawang putih, merica, asam jawa, gula jawa dan garam. Setelah itu
pisahkan bahan-bahan diatas menjadi dua kelompok, kelompok pertama adalah
lengkuas dan mengkudu
da kelompok kedua adalah bahan lainya. Lengkuas dan mengkudu dihaluskan
kemudian disisihkan, setelah itu haluskan bawang putih, merica dan biji kedaung
kemudian disangrai. Campurkan semua bahan dan dimasak sampai mendidih. Saring
ramuan ini kemudian anda minum 3 kali sehari. Khasiat lengkuas akan bisa anda
rasakan jika anda rutin mengkonsumsi ramuan ini.
Manfaat lengkuas
telah banyak digunakan oleh industri farmasi sebagai bahan pembuatan obat
modern. Khasiat lengkuas bisa dibuktikan secara medis melalui tes laboratorium
dan tidak mengandung senyawa atau unsur yang berbahaya bagi manusia. Sehingga
aman dikonsumsi oleh semua anggota keluarga.
C. Budidaya Lengkuas
Jika kita ingin membudidayakan lengkuas, juga tidak terlalu
sulit. Pada dasarnya lengkuas menyukai tanah yang gembur, sedikit lembab tetapi
tidak tergenang air. Agar pertumbuhannya bagus, sebaiknya tidak terkena sinar
matahari langsung, itu akan membuatnya lebih sehat dan produktif. Untuk
pembibitan, bisa menggunakan bijinya yang disemai, namun pada umumnya orang
lebih senang menggunakan rimpang lengkuas sarana perbanyakan. Jika kita
menggunakan rimpangnya sebagai sarana pembibitan, usahakan memilih yang rimpang
yang tumbuh paling ujung dari tanaman lengkuas yang sudah cukup tua.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang didapat dari makalah ini, yaitu :
1.
Lengkuas
adalah salah satu jenis rempah – rempah yang amat populer pada kuliner
tradisional kita, sehingga terasa tidak asing ditelinga kita. Dikenal sebagai
rempah – rempah dengan manfaat dan khasiat yang luar biasa. Walaupun secara
histories tanaman ini berasal dari India, namun keberadaannya di Indonesia telah
meluas sampai keseluruh penjuru daerah. Sebagai bukti, lengkuas memiliki nama
daerah yang beragam, diantaranya laos, langkueh, lengkues, lingkuas, engkuas,
ringkuas, lingkaos dan lain – lain.
2.
Lengkuas yang biasanya digunakan untuk pengobatan adalah jenis lengkuas
merah (Alpinia purpurata K Schum). Dalam farmakologi Cina dan pengobatan
tradisional lainnya disebutkan, lengkuas merah memiliki sifat anti
jamur dan anti
kembung. Efek
farmakologi ini umumnya diperoleh dari rimpang yang mengandung basonin, eugenol,
galangan dan galangol.
B.
Saran
Adapun sarannya, yaitu diharapkan pada
teman-teman dan semua orang yang membaca makalah ini dapat menjadikannya sebgai media pembelajaran dan mengambil
ilmu yang terdapat didalamnya.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2012.http://blog.sedapur.com/2011/11/bumbu-lengkuas-dan-manfaatnya-bagi-kesehatan/. Di akses tanggal 28 mei 2012
Anonim.2012.www.wikipedia.org.id.
di akses tanggal 28 mei 2012
Anonim. 2012.http://ooobegituyach.blogspot.com/2010/10/khasiat-lengkuas.htm. di akses tanggal 28 mei 2012
Anonim.2012.http://health.detik.com/read/2010/03/18/141516/1320414/769/herbal-lengkuas-merah. Di akses tanggal 28 mei 2012
Anonim.2012.http://health.kompas.com/read/2012/01/26/1328115/Mengintip.Manfaat.Lengkuas.Sebagai.Obat. di akses tanggal 29 mei 2012
Anonim.2012.http://widyani.org/obat-tradisional/lengkuas-rempah-%E2%80%93-rempah-dengan-manfaat-dan-khasiat-luar-biasa.html. di akses tanggal 29 mei 2012
Anonim.2012.http://herbalku-obat.blogspot.com/2012/02/lengkuas-dan-manfaatnya.html. di akses tanggal 29 mei 2012